It’s My Birthday

This story is still from PTKI campus
Exactly on May 28th 2016 became one of the most historic moments in my life. On the day I got surprise of my beloved friends! Hahaha I was incredibly excited, they are Mitha, Dicky, Sakinah, Mila, and Khairul. OMG I’m so grateful to you guys. I knew this all must be the creative idea of Mitha. She is very talented in term of giving a birthday surprise and I love her. It was remarkable because that’s my first time having birthday party in the history of my life (trust me). Oh thanks God finally I could enjoy this moment, blew out the candles, and cut birthday cake.

yunusmoham.wordpress.com_3yunusmoham.wordpress.com_2yunusmoham.wordpress.com_4

yunusmoham.wordpress.com_1
Thank you Mithaaaa…!!

The story began when I couldn’t attend to college because I was not feeling well. However Mitha send a message to me that I must be at campus as soon as possible because there was a sudden and very important thing. Okay I was trying to come to campus about 5PM. I saw nobody at my campus and it seems like all of students had gone home. Finally Mitha told me to get into the new building of PTKI Medan, and I just followed her SMS. Arriving there I only saw one person “Mitha”, she told me to sit down and I wasn’t allowed to go. But wait!! Why did she speak with a sweet smile? She appeared like hiding something and it’s very strange. Five minutes later my other friends came into the room (Dicky, Khairul, Mila, Sakinah), they came to me carrying birthday cake, complete with candles and singing ‘happy bithday’ for me. ”OMG is this real? Is today my birthday?” asked me. You know, Mitha had prepared a very special birthday cake for me and there was my name on it, complete with candles number 19 which’s showed my age. I was very happy because it’s the first one I get. I’m so grateful to Mitha and friends, I love you guys. I’ll never forget this.
Mitha Maisyarah
M. Dicky Pranata Ritonga
Muhammad Khairul
Mila Aulia Siregar
• Nursakinah Siregar

#############
yunusmoham.wordpress.com_7
Astaghfirullaaaahh..

 

EH KULIAH

Kayaknya udah hampir setahun gak nongol di sosmed, kini aku hadir dengan sejuta cerita. Lebay! Enggak sejuta juga sih, ceritanya dikit doang padahal.
Akhirnya sampai diujung semester 2 dan Alhamdulillah sekarang agak nyantai karena praktikum udah selesai tinggal nunggu UAS mata kuliah teori aja. Jadi sekarang waktu luang cukup banyak makanya bisa nongol dan sharing lagi.
“Eh jadi sekarang lu udah kuliah?”
Yap, aku sekarang jadi anak kuliahan bro. Makin ganteng, badan makin berisi, makin kuat, makin cool-ah pokoknya. Lu tau sendirilah kuliah di jurusan teknik itu gimana. Engineering has a lot of fun! *Jangan percaya.

B612-2016-04-21-17-43-09d

 

B612-2016-04-25-16-13-29
Yunus, Dicky, Sakinah, Mila, Khairul,Mitha

 

Jadi kemarin pas cek email ada beberapa pesan dari temen-temen SMA nanyain “kemana aja sih? Udah lama gak keliatan”. Yang lebih hebat lagi “Ciee sombong ya sekarang, kok gak ada kabar? Mati ya?”. Terus di twitter pertanyaan serupa juga ada “Kata orang lu di pondok pesantren, bener gak?”. Well, aku gak kemana-mana kok. Ngapain sibuk nyariin aku dan nanya kabar aku. Karena aku masih disini, dihati mu. Hahaha gak lucu ya bro.
Oke serius nih aku sekarang lagi kuliah di Medan bro. Lebih detailnya sekarang aku kuliah di Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI), jurusan teknik kimia. Ingat ya PTKI bukan PTKAI, karena sejauh ini udah cukup banyak orang bikin gemes karena salah nyebutin jadi PTKAI. Ini kampus negeri loh bukan swasta. Jadi buat adik-adik yang tertarik dengan hal-hal berbau pabrik (industri), processing, mekanika, dan kelapa sawit mungkin PTKI Medan bisa jadi pilihan. Informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru langsung aja ke website resminya DISINI.

PTKI-Medan
Politeknik Teknologi Kimia Industri (Medan)

Kehidupan dikampus ini masih sama kok dengan kampus-kampus lain. Tapi karena level-nya diploma jadinya praktek lebih diutamakan. Nah aku disini belajar teknik kimia (chemical engineering), jurusan yang cukup ditakuti oleh kebanyakan anak SMA. Menurut aku sih biasa aja, tau sendirilah aku kan pinter *Jangan percaya.
Ada nih adik kelas yang nanya “Bang, teknik kimia itu sulit gak?”. Sebenarnya aku belum pantas untuk menjawab pertanyaan ini, soalnya masih semester 2 dik, setengah perjalanan aja belum nyampe tau. Sejujurnya kuliah di jurusan teknik kimia lumayan sulit apalagi kalau menjalankannya setengah hati. Aku sih dari SMA basic fisika dan kimianya emang dodol banget, makanya pas baru masuk jurusan ini ngeluh-ngeluh manja. Jadi buat kalian yang pengen masuk teknik kimia kuatin tuh kemampuan fisika dan kimianya. Terus bahasa inggris juga jangan lupa. Kebanyakan anak SMA gak peduli sama pelajaran bahasa inggris, gurunya pun dicuekin ngoceh dikelas kayak radio rusak. Nah kalau kebiasaan begini masih dipelihara sampai kuliah pasti bakal rugi deh. Ingat kata-kataku ini.

yunusmoham.wordpress.com-5

“Tapi Bang, guru bahasa inggrisnya gak asik, ngomongnya gak bener”
Kalau gitu mending belajar sendiri aja atau belajar sama temen yang pinter.

“Kalau belajar sendiri susah lo Bang, suka pusing sendiri. Lagian bingung mulai dari mana”
Jangan manja! Kalau emang niat pasti bisa.
**[seolah-olah aku orang paling fasih ngomong inggris].

Ada lagi nih pertanyaan dari adik kelas. Sebenarnya ini pertanyaan gak penting , “Bang di jurusan teknik kimia ceweknya cantik-cantik gak?”. Sebenarnya sih cewek-cewek disini cantik kok, tapi perlahan kecantikannya akan direnggut oleh banyaknya tugas kuliah, hahahaha. Bercanda. Gak taulah mending kalian datang sendiri kemari ngecek cantik atau tidaknya. Karena cantik menurutku belum tentu cantik menurut kalian. Intinya mending kalian belajar dulu yang bener buat masuk kuliah. Jangan sok kegantengan.

yunusmoham.wordpress.com-3

yunusmoham.wordpress.com-4

Nah, jadi buat yang kepo nanyain aku dimana dan lagi sibuk apa, kayaknya udah terjawab-lah ya. Intinya aku lagi kuliah sambil bersenang-senang. Dan buat orang-orang yang bilang aku sombong, maaf sama sekali gak ada niat untuk menyombongkan diri kok. Aku masih sama kayak yang dulu, hehehe. Oh iya satu lagi, akhir-akhir ini banyak banget SMS dari nomor baru hinggap ke HP ku. Dan pesannya sok akrab banget. Maaf ya gak bisa aku bales karena sibuk, lagian siapa yang mau bales SMS orang tak dikenal, serem!

yunusmoham.wordpress.com-2.jpg

 

 

 

 

BEBAS MENTAL INLANDER

“Ya ampun nih cowok ganteng banget, kalo ganteng kaya begini siapa yang nolak.” Kata salah seorang teman cewek gue.
“Apaan sih? Emang siapa?” sahut gue penasaran.
“Ini ada cowok bule ganteng banget sumpah! Mirip pemain bola tapi gue lupa namanya. Ah lo liat aja sendiri fotonya nih.” Katanya sambil menunjukkan foto si bule di smartphonenya.
“Hmm.. iya” kata gue singkat.
“Sebenarnya dari dulu gue pengen nikah ama bule, mungkin gak ya? Hahaha” katanya sambil tertawa.
“Lah kenapa pengennya ama bule?”
“Alasan utama untuk memperbaiki keturunan. Biar anak-anak gue nantinya pada cakep.” Katanya.

*Saya langsung terdiam.
*Kesal.
*Dan langsung pergi.

Itulah percakapan singkat saya dengan salah seorang teman perempuan saya, anggap saja namanya Ona (samaran). Wuiih kayak penjual bakso boraks aja pake nama samaran segala. Sebagai pria pribumi asli, saya merasa terhina usai percakapan tadi. Benar-benar terhina. Bukan karena Ona berkeinginan menikah dengan pria bule. Juga bukan berarti saya menyukai Ona. Sebenarnya tidak ada salahnya menikah dengan pria bule. Setiap orang memiliki hak untuk memilih pendamping hidup. Mau menikah dengan orang Amerika, Korea, Indonesia, atau Zimbabwe. Tapi alasan Ona memilih pria bule karena ingin memperbaiki keturunan membuat saya kecewa. Seolah-olah Indonesia adalah gen rusak dan buruk sehingga tak pantas untuk dinikahi. Mungkin Ona beranggapan jika Ia menikah dengan pria Indonesia nantinya akan melahirkan anak kurcaci jelek, sedangkan menikah dengan orang barat (bule) akan melahirkan anak-anak mirip Justin Bieber atau secantik Ariana Grande. Yang jelas Ona ingin memperbaiki keturunannya kelak.

Mental Inlander. Ya, ternyata teman saya yang bernama Ona memiliki mentalitas inlander. Apa itu mental inlander? Pada masa penjajahan Belanda, inlander merupakan sebutan sekaligus ejekan untuk kaum pribumi (orang Indonesia asli) yang berarti kalangan bawah, kalangan budak, dan selalu terbelakang. Dimana pada masa itu Bangsa Indonesia masih lemah dan mengalami keterbelakangan sehingga kerap kali dijadikan budak oleh penjajah. Mental inlander inilah yang hingga saat ini masih terpelihara dengan subur bahkan tampaknya terus berkembang dengan baik. Namun dimasa sekarang, inlander lebih pantas diartikan sebagai sikap yang beranggapan bahwa segala sesuatu dari luar (barat) itu baik, modern, dan maju. Sedangkan budaya negaranya sendiri dinilai buruk, ketinggalan zaman, primitif, dan selalu terbelakang.

Kita dapat menyaksikan sendiri mentalitas inlander yang melanda anak muda Indonesia, seperti merubah warna rambut menjadi pirang agar tampak kebarat-baratan. Hal ini tentu terlihat aneh mengingat warna kulit orang Indonesia yang agak kecoklatan, bukan putih kemerahan seperti orang barat. Padahal setiap bangsa didunia ini memiliki ciri khas fisik tersendiri dan menjadi sebuah karakter. Contoh lain yakni berlomba-lomba berfoto dengan bule dan langsung meng-uploadnya ke jejaring sosial agar dilihat banyak orang. Tak peduli apakah bule yang diajak berfoto itu adalah seorang pengusaha, kuli, atau pengedar narkoba di negaranya. Kalau mental inlander merasuki para artis yang terjadi pernikahan dengan orang barat ujungnya. Sekali lagi, kalau tujuan pernikahan dengan orang barat hanya untuk memperbaiki keturunan, sungguh disayangkan. Sebab akan menimbulkan pertanyaan, Apakah gen Indonesia sudah rusak sehingga tak pantas dinikahi?
Mental inlander yang melanda sebagian orang tentu akan berdampak buruk dan akan terus mengalami keterbelakangan. Tidak dimilikinya rasa percaya diri sebagai sebuah bangsa merupakan salah satu dampaknya, sehingga selalu menganggap dunia barat itu hebat. Memang tak dapat dipungkiri bahwa Amerika punya fasilitas yang hebat dibandingkan Indonesia. Lantas apakah kita akan terus-menerus memuja Amerika sedangkan Indonesia terus dicela? Ingat, kita punya sesuatu yang luar biasa yang tak dimiliki Amerika. Indonesia sebagai negara berkembang memang perlu belajar IPTEK dengan negara-negara barat yang sudah maju, bukan malah mengikuti gaya hidupnya, mengikuti warna rambut, ikut-ikutan pakai bikini, dan sebagainya. Jadi sudah saatnya kita menjadi bangsa yang percaya diri, selalu bangga menjadi Indonesia,bangga dengan warna rambut, dan bangga dengan gen Indonesia.yunusmoham

Cinta-Cinta SMA Negeri 1 Tanjung Beringin

Tak terasa udah selesai masa SMA, perasaan baru minggu kemarin masuk SMA hehe. Tapi emang betul SMA itu tak terasa prosesnya. Puji syukur senantiasa aku panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberiku kesempatan selama 3 tahun untuk mencicipi manisnya masa SMA dan yang paling berharga ialah hadiah pemberian Allah berupa keluarga baru yakni Kerajaan XII-IPA1 yang sudah 3 tahun kami bersama, baik suka maupun duka kami berjuang tuk menjaga nama baik kelas XII-IPA1.

Masih ingatkah dulu pas hari pertama kita masuk SMA? Masih sok polos, sok pendiam, sok jual mahal, celana masih gembor-gembor atas bawah, seragam masih rapi, jam istirahat pun tetap duduk manis dalam kelas. Hahaha begitu komplit layaknya murid perfect. Apalagi pas kita baru digabungin ke kelas X-1 langsung lirik kekiri kekanan memantau kira-kira siapa yang paling cantik dikelas biar langsung diakrabin. Eaaaakk!

Begitu banyak kisah dan momen indah yang kita ukir, namun tak sedikit pula pengalaman buruk yang kita alami. Ya, XII-IPA1 memang full of stories sama seperti kelas yang lain. Datang kesekolah jam 7 pagi dan pulang jam 14.00 berarti selama 7 jam kita bersama untuk belajar, bercanda, bermain, tertawa, bernyanyi, dan lain-lain. Itu semua kita jalani selama 3 tahun dan pastinya sulit buat dilupain. Datang kesekolah pagi-pagi langsung nanya ke teman “wei ada PR gak?” ternyata memang ada PR dihari itu dan harus dikumpul les pertama, akhirnya ngerjain PR secara massal atau nyontek sama temen yang agak pinter dikit. Bahkan yang lebih nyiksa lagi pada saat ngerjain PR massal ada temen yang lagi nyapu kelas, akhirnya ngerjain PR sambil menghirup abu deh hahaha, kasihan ya ngerjain PR sambil tutup hidung pakai dasi. Ada juga yang baru datng kesekolah langsung nyerbu bakwan Lili biar nanti gak kehabisan bakwan, tapi cerobohnya terkadang si pembeli malah numpahin saos ke meja/lantai, hayooo siapa yang pernah seperti itu? Wkwkwk.

Waktu kelas X ada juga pasangan fenomenal sekaligus penuh kontroversi yakni Ayu Junita dengan si “N”. Ah kayaknya gak perlu dibahas ya soal itu *just let it flow, hahaha. Tapi ada pasangan yang lebih fenomenal lho, siapa lagi kalau bukan Juna dan Aida yang selalu berdua didalam maupun diluar kelas. Tapi pertanyaanku mereka udah bisa dibilang ‘pasangan’ atau belum ya? Pokoknya kita doakan saja semoga berbuah manis dan buat teman-teman jangan lupa kabari aku ya kalau ada kabar terbaru dari mereka berdua, okey!

Boby Tamara, dengar namanya aja udah bikin kita ketawa sendiri ya. Jujur dia salah satu teman yang aku kagumi dikelas. Masa sih? Emangnya dia ganteng, pinter, keren, atau apalah-apalah?? “NO” malah sebaliknya hehehe. Bukan hanya sebagai ketua kelas tapi lebih dari itu, dia manusia paling humoris yang pernah aku temukan di muka bumi ini. Siapa pun akan terhibur dengan gaya lawakannya, orang yang datang kesekolah dalam keadaan sedih/galau akan tertawa melihat ulahnya. Cara ngomongnya yang ceplas-ceplos, suka godain cewek (jongkek), suka joget-joget gak karuan, paling ribut, suka berkomentar, dan suka berdebat. Bukan cuma itu, dia juga teman yang setia, pengertian, dan enak diajak ngobrol. Hal yang kusuka dan pantas diteladani dari sosok Boby ialah kepemimpinan, tahan diberbagai kondisi, penghibur, sociable, kesederhanaan, easygoing, dan selalu ceria walau dilanda masalah. Dibalik adanya rumor buruk tentang Boby, aku punya sejuta alasan memilihnya sebagai teman terbaik. Thank you Boby, teman yang paling dirindukan sekaligus icon XII-IPA1.

Biar ceritanya makin seru, berikut beberapa fakta XII-IPA1 yang bikin kamu senyum-senyum sendiri bacanya, check it out! :
1. Masih ingat gak waktu camera360 lagi booming disekolah kita? Terutama si Wiwin yang kalo ber-selfie suka pakai camera360. Kebetulan pas dia lagi selfie aku duduk disamping dia, tiba-tiba Wiwin menjerit kayak orang jumpa kuntilanak. Rupanya Wiwin emang liat kuntilanak nempel di foto selfie-nya. Kejadian ini nyaris membuat heboh segenap manusia didalam kelas. Wiwin pun menggigil pucat tak menyangka ada sosok mengerikan di fotonya. Akhirnya misteri ini terungkap setelah diketahui bahwa camera360 memang menyediakan fitur efek ghost (hantu) yang bisa menampilkan sosok kuntilanak/pocong pada hasil jepretan foto. Ah, ini salahnya Wiwin, makanya jangan asal pencet-pencet aja. Kalo ada kata ‘ghost’ itu artinya ‘hantu’ bukan ‘cinderella’. Wkwkwkwk.
2. Kebetulan dikelas kita tuh ada gantungan/tiang infocus dari besi. Karena gak ada kerjaan tiang infocus pun bisa jadi sarana permainan yang murah meriah, khususnya buat cowok-cowok yang suka bergelantungan ditiang tersebut. Namun ada juga yang adu kemampuan kira-kira kaki siapa yang berhasil menyentuh tiang tersebut. Kalau kayak Martogi jangankan kakinya, kepalanya pun kalau lewat bisa nabrak tuh tiang, hahaha.
3. KELAS MALING. Semua pasti setuju dengan julukan itu untuk kelas kita. Entah siapa pelakunya hingga kini masih belum terungkap, ada yang minta bantuan dukun-lah, shalat tahajud-lah, ada yang zikir malam tapi hasilnya bla bla bla. Hari ini mungkin ada yang kehilangan uang ratusan ribu tapi besok ada pula yang kehilangan HP, parahnya lagi uang untuk mengadakan acara isra’ miraj pun lenyap tanpa bekas. Kita tak bisa menuduh siapa pun tanpa bukti yang jelas, yang perlu hanyalah mendoakan semoga pelakunya mendapat balasan dan segera bertaubat.
4. Kalau ditanya “apa yang paling memalukan saat didalam kelas?” jawabnya ialah ‘batuk berdahak’ pas dikelas. Sumpah ini sungguh memalukan, siapapun yang batuk dan terdengar bunyi dahak bakal dibikin malu karena dihina habis-habisan. Yang kedua ialah ‘uang logam jatuh kelantai’, kalau terdengar bunyi uang logam jatuh kelantai langsung jadi pusat perhatian dan ditertawakan. Padahal kalau yang tertawa itu diperiksa kantong celananya pasti isinya uang gopek semua. Hanya saja mereka menutupinya dengan menertawakan orang lain. Wkwkwkwk.
5. Selalu dibanding-bandingkan dengan kelas IPA2. Didunia ini gak ada yang suka dibanding-bandingkan, tapi itulah yang selalu melanda kita. Kalau dilihat dari nilai mata pelajaran mungkin IPA2 lebih unggul daripada kita, tapi semuanya pasti ada plus-minus. Padahal siswa dikelas kita banyak memegang peran penting untuk organisasi seperti bendahara osis yang pergi sana-sini mengutip dana untuk keperluan acara. Dan kalau ada acara apapun kelas kita selalu dipercayakan untuk menyukseskan acara tersebut. Tapi semuanya tak pernah ternilai dimata orang-orang. *sediiiih 😥 aku mah apa atuh.

Tulisan ini aku buat bukan untuk menyindir atau menyalahkan pihak manapun. Anggap saja ini sebagai hiburan untuk mengenang kejadian-kejadian lampau kita. Terima kasih buat semuanya yang sudah merimaku sebagai teman kalian selama 3 tahun, mohon maaf atas kesalahan atau kata-kata yang kurang berkenan dihati kalian semua. Jujur saja aku benci perpisahan, tapi perpisahan mengajarkan kita hal baru diluar sana sekaligus mengajarkan bagaimana caranya tuk bertahan dalam kondisi yang berbeda. Mudah-mudahan kita bisa menikmati kehidupan yang lebih baik setelah lepas masa SMA ini bersama orang-orang baru yang juga menyayangi kita. Oh ya, selagi masih sehat, ada rezeki, dan ada kesempatan jangan lupa adakan reuni yaa ya ya ya!
**TAMAT**
*Special Thanks To :
– ALB (Yunus, Yanto, Juna)
– Boby Tamara (my inspirator)
– Lili Purnama (my favorite friend)
– Aida Chaniago
– Elva, Ummi, Nurjannah (Adik)
– para istri (Wiwin & Vivi)
– Juardi Ahong (supporter)
– Dita (cs drumband)

Yuk, Mengenal Desa Bogak Besar

Halo semua, selamat datang di blog baru saya.
Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit informasi mengenai Desa Bogak Besar atau orang bule biasa menyebutnya “Big Bogak” hehehehe 😀
Saya yakin anda yang sedang membaca tulisan ini adalah orang Bogak Besar, iya kan? Jika iya coba lambaikan tangan anda dan ucapkan Assalamualaikum. Namun jika anda memang bukan orang Bogak Besar berarti anda memiliki ketertarikan terhadap desa ini hingga anda berusaha mencarinya di situs google. Okay I wanna say Welcome to Bogak Besar (agak inggris dikit yah biar gaul) 😀

Bogak Besar merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara). Jika anda mencarinya di peta negara Indonesia mungkin letaknya tepat digaris pantai pulau sumatera bagian timur (dekat Selat Malaka). Namun secara geografis letak Bogak Besar sekitar 3 km dari garis pantai. Tentu anda sendiri bisa membayangkan bagaimana iklim dan cuaca di desa yang dekat pantai ini, cukup panas namun panasnya tidak separah kota Medan atau Jakarta. Bahkan Bogak Besar masih dipenuhi banyak pepohonan yang membuat pemandangan disekitar menjadi hijau, karena hampir disetiap halaman rumah warga ada pohon-pohon yang sengaja ditanam seperti mangga, jambu, sawit, bunga, nangka, dan banyak lagi. Namun perlu anda ketahui saat tanaman tersebut berbuah pemilknya jarang sekali menikmati hasil tanamannya tersebut, hal ini disebabkan banyaknya anak-anak yang berusaha mencurinya (MENYUNTAN bahasa banjarnya), waw hebat sekali yaa.
Mungkin anda juga bertanya “sebenarnya apasih keunggulan Bogak Besar?”, nah saya jelaskan bahwa 80% masyarakat Bogak Besar berprofesi sebagai petani, meskipun ada juga yang berprofesi sebagai guru,mantri, atau pengusaha mereka akan tetap memiliki sawah sebagai sampingan/sambilan. Saat musim panen tiba desa ini mampu menghasilkan padi yang melimpah dan berkualitas pastinya, hasil panen ini akan dikonsumsi sendiri oleh sang pemilik namun hanya sedikit (sekitar 15-20% saja) dan selebihnya akan dijual/dipasarkan keluar daerah atau bisa jadi hingga keluar negeri (sudah jadi beras tentunya). So, mungkin saja nasi yang selama ini anda makan berasal dari Bogak Besar 😀 mungkin saja kan?
Bogak Besar dekat dengan objek wisata yakni Pantai Kelang, Pantai Sialang Buah dan pantai-pantai lainnya. Dulunya di desa ini juga ada Pantai Budi namun pantai tersebut kini tinggal namanya saja, bisa dikatakan pantai yang telah mati.

Itulah sedikit gambaran mengenai Bogak Besar secara geografis. Lalu bagaimana dengan penduduknya?. Faktanya 90% penduduk Bogak Besar adalah suku banjar dan beragama islam, agama lain sangat sedikit disini (minoritas). Banjar merupakan suku asli dari Kalimantan Selatan, namun dengan kegigihannya orang banjar di zaman dulu mampu berlayar mencapai pulau sumatera. Inilah yang menjadi asal-usul orang banjar sumatera yang menciptakan peradaban baru yakni Bogak Besar.
“Kok namanya Bogak Besar sih, Kenapa gak New York aja?” hahahaha kalau masalah ini saya tidak tahu sama sekali dan tidak tahu apa makna dari nama Bogak Besar tersebut, pastinya ada alasan mengapa nenek moyang banjar dulu memberi nama seperti itu. Selanjutnya bagi anda yang baru datang ke desa ini mungkin akan mengalami kendala bahasa, ya itulah yang dinamakan Bahasa Banjar, memang agak asing ditelinga anda saat mendengarkan masyarakat disini berkomunikasi dan itu akan membuat anda tercengang bahkan puyeng kalau lama-lama mendengarkannya hahahahaha :D. Namun anda tak perlu khawatir untuk bahasa komunikasi, Insya Allah semua penduduk Bogak Besar fasih berbahasa indonesia sebab bahasa indonesia menjadi bahasa kedua di desa ini.

Finally, itulah sedikit informasi tentang Desa Bogak Besar dan semoga bermanfaat untuk anda. Sebenarnya tujuan utama saya membuat tulisan ini agar Bogak Besar mampu menjadi sorotan masyarakat luas dan sedikit dilirik oleh pemerintah sehingga pembangunan didesa ini dapat terpenuhi seperti desa-desa lain yang beruntung. Perlahan namun pasti Bogak Besar pasti akan maju, itulah harapan sengenap masyarakat didesa tercinta ini. HIDUP BOGAK BESAR! HIDUP URANG BANJAR! HIDUP INDONESIA! *Wassalamualaikum.